Umi punya barang baru, katanya bor buat bikin lubang biopori. Panjang banget, lebih tinggi dari aku, apalagi adik.
Kami sudah bikin satu lubang di samping rumah. Pertamanya abi yang bikin lubang, terus aku, umi, dan adik, semuanya bantuin. Nggak selesai-selesai karena dalam banget. Batang bornya saja sampai hampir tenggelam semua.
Kata abi, lubang itu dibuat untuk kemudian diisi dengan sampah organik. Terus ditutup bagian atasnya dengan kaleng bekas susu Ayi, yang dilubangi kecil-kecil dan ditutupkan terbalik.
Sampah di dalam lubang itu akan menarik cacing dan binatang di dalam tanah, terus mereka akan membuat lubang-lubang kecil di sekitar lubang yang bekas di bor.
Karena ada lubang biopori ini, air hujan akan lebih cepat diserap sama tanah, dan tidak menggenang.
Mungkin memang harus begitu, soalnya pas hujan pertama kali, got di depan rumah sudah penuh dengan air rata dengan jalan. Tinggal sedikit lagi, pasti sudah masuk rumah..
Hii sereemm.. kalau air masuk rumah semua bajuku di lemari bisa basah kebanjiran, tendaku juga dong..
Kamis, 16 Oktober 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar