Sejak tinggal di Jogja, aku sudah menginginkan kamar terpisah dengan Abi Umi. Aku ingin punya kamar sendiri. Tapi aku ngerti rumah kontrakan di Jogja tidak terlalu luas dan cuma punya 2 kamar.
Ketika pindah ngontrak ke Purbayan, lagi-lagi cuma ada 2 kamar. Tapi ruangannya lebih luas, bahkan salah satu pojok ruangannya berhasil disulap Abi menjadi kamar yang nyaman untukku dan Adik.
Kamar ini asyik banget. Punya satu jendela besar di sisi selatan dan satu jendela kecil di sisi timurnya memungkinkan sinar matahari masuk dengan sempurna. Untuk sekat, Abi menempatkan satu meja belajar. Tapi karena kurang lebar, Umi memasang tirai panjang yang disangkutkannya di tali yang membentang antara kamar Umi dengan kamar mbak Tini. Tirai itu membuat kamarku jadi seperti kamar beneran yang tertutup.
Sekarang aku tidur berdua saja dengan adik. Sholat, main dan belajar kulakukan di dalam kamar. Biar semarak, aku menempelkan gambar-gambarku di dinding. Senangnya punya kamar baru
Kamis, 08 Januari 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
