Kalau aku libur dan Abi juga ga ke kantor, biasanya kami pergi ke hutan. Abi harus merawat porang yang ditanamnya di hutan. Porang adalah tanaman sejenis suweg yang hanya bisa tumbuh di bawah pepohonan rindang. Hasil pengolahan porang adalah tepung konyaku yang merupakan bahan baku pembuatan jeli yaitu agar-agar sejenis Nutrijel.
Main di hutan asyik banget. Ga kalah menyenangkan dengan liburan ke Kids Fun. Abi dan Umi lebih sering mengajak kami liburan di hutan dari pada ke mall. Kan gratis..... sekaligus menyenangkan. Aku bisa berlari-lari di sela porang dan pohon jati kemudian mengamati pertumbuhan porang. Ada yang berupa bunga seperti bunga bangkai dan ada juga yang langsung tumbuh dengan daun dan batang yang sempurna. Ada beberapa tanaman yang tingginya sudah melebihi aku. Jadi bisa berteduh di bawahnya.
Di dekat hutan itu ada sebuah belik yang terlindungi akar-akar pohon asem. Airnya yang jernih mengalir melalui sungai kecil menuju ke tempat yang lebih rendah. Subhanallah, maha suci Allah yang telah memberi kemampuan akar pohon untuk menyerap air.
Dengan adanya belik kami tidak kesulitan mencari air untuk membersihkan tangan dan kaki yang belepotan kena lumpur. He..he... aku males pakai sandal, enak deh bisa nginjek-injek lumpur. Lagipula, kalau nekat pakai sandal, sandalnya bisa bertambah tebal karena lumpur. Jadi berat kalau jalan... Bisa-bisa aku kalah main kejar-kejaran dengan Opi.
Senin, 22 Desember 2008
Selasa, 16 Desember 2008
Hadiah Istimewa
Hari ini Abi pergi ke Jakarta dan baru pulang ke rumah besok malam. Tentu saja aku dan adikku tidak ikut karena Abi pergi untuk urusan pekerjaannya di kantor. Sebelum berangkat, Abi berjanji akan memberi hadiah istimewa untukku jika aku berhasil menjadi pemenang lomba nanti malam. Peserta lomba ada tiga orang, yaitu aku, adik dan Umi. Lombanya unik banget. Begini caranya. Aku membaca satu kata pada buku Iqro’ jilid 3 kemudian Umi menulis kata yang aku baca tadi pada buku belajarnya. Siapa yang paling duluan selesai, dialah pemenangnya. Kalau adik tidak ’ngusilin’ peserta lomba lain, maka adik juga jadi pemenang lomba. Asyik kan? Umi tidak pernah berhasil selesai lebih dulu dari pada aku. Adik juga sibuk main dengan papan tulis ajabnya. Jadi aku dan adik berhak mendapatkan hadiah istimewa dari Abi. Tapi kami masih harus menunggu Abi pulang keesokan harinya.
Alhamdulillah Abi berangkat dari Jakarta tepat waktu, sehingga jam 19.30 nanti Abi sudah bisa sampai di rumah. Aku berusaha keras untuk menunggu sampai Abi pulang dengan tidak segera tidur malam itu karena tidak tidur siang tadi. Tak sabar rasanya menunggu Abi pulang. Berkali-kali aku minta Umi menelepon Abi menanyakan di mana posisinya sekarang.
Akhirnya jam 7.45 tepat, Abi pulang dengan hadiah istimewanya. Tahukah kawan hadiah apakah yang dibawa Abi dari Jakarta untuk kami? Hadiah yang sangat istimewa itu adalah sebutir permen rasa anggur untuk adik dan rasa mangga untukku. Manis luar biasa J. Adik melompat-lompat saking senangnya. ”Enyak ya,” kata adikku. Aku bangga karena hadiah itu kuperoleh setelah bisa membaca iqro’ dengan lancar.
Umi juga pernah memberi kami hadiah istimewa itu saat kami berdua berhasil meninggalkan dot untuk minum susu. Sekarang kami berdua minum dengan cangkir 'cup-cup'.
Permen memang menjadi hadiah istimewa untuk kami, karena tidak setiap saat aku makan permen. Padahal aku sangat suka permen. Lihat nih, gigiku dan adikku masih utuh. Alhamdulillah, belum ada yang gigis alias keropos karena tidak ada 'monster gigi' yang mau menyerang.
Nah, hadiah istimewa kami sangat luar biasa kan?
Alhamdulillah Abi berangkat dari Jakarta tepat waktu, sehingga jam 19.30 nanti Abi sudah bisa sampai di rumah. Aku berusaha keras untuk menunggu sampai Abi pulang dengan tidak segera tidur malam itu karena tidak tidur siang tadi. Tak sabar rasanya menunggu Abi pulang. Berkali-kali aku minta Umi menelepon Abi menanyakan di mana posisinya sekarang.
Akhirnya jam 7.45 tepat, Abi pulang dengan hadiah istimewanya. Tahukah kawan hadiah apakah yang dibawa Abi dari Jakarta untuk kami? Hadiah yang sangat istimewa itu adalah sebutir permen rasa anggur untuk adik dan rasa mangga untukku. Manis luar biasa J. Adik melompat-lompat saking senangnya. ”Enyak ya,” kata adikku. Aku bangga karena hadiah itu kuperoleh setelah bisa membaca iqro’ dengan lancar.
Umi juga pernah memberi kami hadiah istimewa itu saat kami berdua berhasil meninggalkan dot untuk minum susu. Sekarang kami berdua minum dengan cangkir 'cup-cup'.
Permen memang menjadi hadiah istimewa untuk kami, karena tidak setiap saat aku makan permen. Padahal aku sangat suka permen. Lihat nih, gigiku dan adikku masih utuh. Alhamdulillah, belum ada yang gigis alias keropos karena tidak ada 'monster gigi' yang mau menyerang.
Nah, hadiah istimewa kami sangat luar biasa kan?
Langganan:
Postingan (Atom)
