Waktu aku di Jogja, sekolahku, TK Salman Al Farisi 2, terletak tidak terlalu jauh dari rumah. Sehingga, mbak Tini bisa menjemputku pulang sekolah dengan berjalan kaki bersama adik Sofi. Tapi sekolahku sekarang di Solo, TK Permata Hati Kuwiran, terlalu jauh untuk ditempuh dengan berjalan kaki. Karena Ummi maupun Abi tidak bisa tiap hari menjemputku pulang sekolah, aku pulang naik becak Mbah Tarso.
Mbah Tarso adalah tetangga kami di Perumahan Tiara Ardi Purbayan. Walaupun usianya sudah 70 tahun, Mbah Tarso masih kuat mengayuh becaknya. Hampir tiap hari Mbah Tarso mengantarku pulang ke rumah dengan becaknya. Belum pernah sekalipun Mbah Tarso terlambat menjemputku. Sebelum jam 12, becak mbah Tarso sudah diparkir di jalan depan sekolah. Dan begitu lonceng tanda pulang sekolah berbunyi, aku sudah melihat Mbah Tarso menungguku di depan pagar. Kalau Ummi yang jemput, kadang-kadang aku masih harus menunggu di depan pintu kelas
Aku duduk sendiri saja di becak Mbah Tarso yang melaju dari Kuwiran, Makam Haji menuju Purbayan. Alhamdulillah dengan tubuhku yang tidak terlalu berat, Mbah Tarso tidak terlalu kepayahan mengayuh becaknya. Naik becak itu asyik lo. Walaupun tidak memakai AC, aku tidak merasa gerah J . Kayak yang di lagu itu, bisa melihat dengan aksi ke kanan dan ke kiri
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar